Jumat, 28 Agustus 2009

Merdeka dan Kebebasan

Merdeka juga berarti “istiqlal” atau “pembebasan”. Ada beberapa makna yg tersirat dalam kata ini. Secara teologis orang memaknainya dengan keutuhan imam kepada-Nya, secara politik org memaknainya kebebasan dr penjajahan, dan secara sosial, org memaknainya dg kebebasan dr segala hegemoni yg mengekang. Kebabasan adalah melepaskan diri dari segala kungkungan dan ikatan materi yg menidurkan, melelapkan, menghinakan, menjerusmukan, menyengsarakan, dan sebagainya.

Seiring dengan perubahan zaman, saat ini tak ditemui lagi ekspansi militer seperti sedia kala, kecuali di beberapa wilayah Timur Tengah yg tetap bergejolak. Bangun dari tidur kita tak menemui lagi tenk-tenk baja, suara letupan bom, atau suara senapan, dar, der, dor..Pun demikian tak kita jumpai para Kompeni yang “operdomen” petantang-petenteng di wilayah Indonesia. Yah…ini sangat wajar, karena Indonesia telah merdeka “secara politik”. Namun, apakah kita juga merdeka secara budaya?

Sulit untuk menjawab pertanyaan terakhir ini, karena ternyata Indonesia yg plural ini jg menggambarkan fenomena yg berbeda-beda dari satu tempat ke tempat yang lain. Di satu sisi ada banyak anak2 yg pergi ke sekolah “mewah”, dengan segala fasilitas dan kemegahan gedungnya, namun di sisi yg lain jg masih banyak anak-anak Indonesia yg putus sekolah hanya karena tak punya biaya. Pun juga banyak tokoh, aktor, dan calo politik yg bias besar, tetapi juga banyak warga negara yang “katanya” merdeka ini harus menjual suaranya karena sesuap nasi. Dan tentunya, adanya banyak orang Indonesia yg hidup dalam kemewahan, tapi masih banyak pula yg tak mampu hidup dalam kelayakan.

Dalam beberapa tulisan disebutkan, hanya Arminj Pane dengan Belenggu-nya dan Chairil Anwar dengan Aku-nya yg baru merasakan kemerdekaan. Arminj Pane yang hidup sebelum kemerdekaan, tapi merasakan ruh pembebasan. Pun sama Chairil Anwar, meski merasakan kemerdekaan, tapi AKU-nya baru diklaim merdeka. Ada apa sebetulnya? Mungkinkah kita termasuk orang yang belum merdeka? Lalu bagaimana dengan slogan kita kala kecil, “merdeka adalah melanjutkan perjuangan para pahlawan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar