Pemilu telah usai, meskipun hasil masih sementara
SBY dinobatkan oleh lembaga survey sebagai calon presiden yang berhasil melanjutkan visinya. Dahulu, ketika SBY dan JK menduduki menara gading, terjadi masalah serius soal kekuatan pasangan tersebut menahan serangn parlemen. Meski tertatih, akhirnya slesai pula, dengan beberapa kali ancaman impeachment. Banyak pengamat politik melihat bahwa tidak berimbangnya kekuatan pemerintah di Parlemen mengakibatkan goyangnya rezim ini.
...
Untuk priode ini, SBY dan 24 partai pendukungnya dapat dikatakan di atas angin, baik di pemerintahan atau di parlemen. Suara demokrat yang menjadi mayoritas, didukung dengan PKS yang mampu mengail suara cukup signifikan, dan ditambah beberapa partai kecil yang bisa mendongkrak suara di parlemen lebih dari 50%, setidaknya memberikan posisi aman bagi presiden yang dibilang karismatik ini.
...
Ada tiga hal yang dapat diasumsikan dengan menguatnya posisi pemerintah di depan parlemen.
Pertama, pemerintah tidak plin-plan menjalankan kebijakannya dan melakukan terobosan politik, karena didukung oleh koalisi parlemen. Setidaknya hal ini memberikan rasa aman kepada pemerintah dan membuang rasa ragu-ragu.
Kedua, layaknya sistem politik yang baik, maka dibutuhkan satu oposisi politik yang kuat. Bila dahulu parlemen mampu berbicara dan menunjuk pemerintah, maka apakah setelah partai koalisi juga menguasai parlemen ini akan tetap bertaring mengontrol pemerintah. (salah satu fungsi parlemen adalah fungsi kontrol). Jika tidak, maka pemerintah justru menjadi penguasa tanpa batas. Dalam hal yang tidak kita harapkan, terjadi abuse of power ato bahkan otoritarianisme kebijakan. Ketiga, koalisi hanya di pemerintah (pilpres), tetapi tidak di Parlemen. akibatnya, meskipun partai koalisi di parlemen yang pro pemerintah besar, tetapi oposisi tetap akan berjalan seperti biasa, setidaknya kontrol.
...
Lalu apa episode selanjutnya? Apakah kita akan selalu berharap dengan PDI sebagai oposisi? Atau ada kemungkinan Golkar yang ikut bergabung menjadi oposan? Atau justru kekuatan koalisi pemerintahan yang akan berkuasa di parlemen? Tentu semuanya akan memberikan implikasi terhadap kebijakan politik Indonesia ke depan, lima tahun mendatang.
Hidup Indonesia.
By. Muhammad Hafiz
Jumat, 28 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar