Jumat, 28 Agustus 2009

Sifat Orang Indonesia

Suatu ketika tiga anak muda berjalan lunglai seraya meratapi nasibnya. Tiba-tiba mereka tertuju pada satu batu yang bergerak-gerak di bawah pepohonan, dengan sayup-sayup terdengar suara "tolong-tolong". Tak ayal mereka pun mendekati batu dan bergegas untuk memberikan pertolongan. Dengan segala tenaga, ketiganya menyerengis menggeser batu yang menutupi goa tersebut.

Bukannya senang telah menolong orang, mereka malah terpental dan takut histeris tatkala melihat sesosok tubuh yang besar, hitam, dan menakutkan. Ketakutan itu semakin memuncak ketika sesosok yang ternyata JIN itu semakin mendekat, seolah ingin melumat ketiganya.

Namun yang terjadi tak sesadis yg dipikirkan, dengan lemah lembut Jin tersebut bertanya kepada ketiganya: "Apapun yang kalian minta, pasti aku kabulkan. Tapi untuk setiap orang hanya satu saja". Dengan terperanga, ketiganya pun mengelus dada dan langsung memikirkan apa yang selama ini mereka dambakan.

Singkat cerita: Abdul, salah seorang dari ketiganya langsung meminta kepada jin untuk membawanya ke Mekah, karena sudah lama ia ingin naik haji. "Pu.......ing", terlemparlah Abdul tetap di depan Ka'bah. Ia pun senang. Sementara Soleh meminta kepada Jin untuk membawanya ke Perancis, jalan-jalan, hidup mewah, bersenang-senang, dan semua kenikmatan duniawi. Dilempar pulalah Soleh ke Perancis dengan segala harapan dan permintaannya.

Yang terakhir tinggal Ahmad, yang bingung meminta apa, sedangkan kedua temannya sudah bergembira dg pilihan masing-masing. Karena kebingungan yang memuncak, ia pun merasa sangat marah dan iri dengan kedua temannya. Yang satu ke Mekah, yang satu lagi ke Perancis, sedangkan dia sendiri bingung mau ke mana.

Tak beberapa menit ia bersuara, "Aku meminta kepadamu wahai Jin, pulangkan kedua temanku tadi ke hadapan ku". Karena permintaan dari tuannya, Jin pun tidak bisa menolak permintaan dan dikembalikan keduanya di tempat semula. Wal hasil, ketiganya berada pada kondisi semula. []

Apa yang anda lakukan jika anda sebagai SOLEH?


Cerita diambil dari Cak Nun
TIM 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar